Selasa, 09 Desember 2008

Jalur Pantura Diperbaiki Mengakibatkan Kemacetan

CIREBON,SP- Jalur pantura tepatnya di jalur Playangan hingga Losar Cirebon dengan adanya perbaikan mengakibatkan macet, dengan mengandalkan satu jalur sehingga kendaraan arus dari arah jawa tengah dan kendaraan dari arah Jakarta dan bandung yang hendak kearah jawa tengah mengalami kendala macet.
Akibat perbaikan di jalur pantura sepanjang 3 KM yang hingga saat ini belum kelar dikerjakan nampaknya sedikit menghambat perjalanan kendaraan terutama bagi para pemudik yang hendak pulang ke jawa tengah dan tentunya juga pasca arus balik lebaran.



Pantauan SP di lapangan kemacetan kendaraan tersebut, selain adanya perbaikan jalur juga disebabkan oleh kendaraan besar sejenis truk gandengan dan kontener, bus yang melaju pelan karena sempitnya jalan yang dilewati.
Guna mengantisipasi kemungkinan semakin kroditnya situasi, Kasat lantas Polres Cirebon AKP Tunngul Pamuji yang dikonpirmasi mengungkapkan, pihaknya terpaksa memberlakukan sistem buka tutup terhadap kendaraan yang menuju Jakarta atau sebaliknya. “Jika tidak dilakukan buka tutup jelas kondisinya akan semakin macet,” ujarnya.
Kendati terjadi kemacetan panjang, lanjutnya, sejauh itu tidak dilakukan pengalihan kendaraan menuju jalur alternatif, karena system buka tutup dinilai ampuh untuk mencairkan lalulintas pada saat itu. System buka tutup baru dihentikan sekitar pukul 09.00 wib ketika kondisi di lapangan tidak memerlihatkan adanya penumpukan.
“Kalau hari biasa sebenarnya bias berjalan lancer atau tidak terjadi kemacetan. Hanya saja kemarin volume kendaraan yang melintas sangat padat menyusul libur panjang jelang lebaran, sehingga banyak pemudik asal Jakarta dan sekitarnya yang pulang kampong,” kata Tunggul
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Pantura wilayah Jawa Barat, Purnomo, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, proses perbaikan jalur Pantura Cirebon bulai Desa Playangan hingga Losari akn berlangsung selama satu minggu ke depan.
“Kami perkirakan pekerjaan perbaikan itu berlangsung selama satu minggu ini saja, dan soal antisipasi kemungkinan akan adanya kemacetan sebagaimana yang terjadi pagi tadi, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” ungkapnya. Bambang.

Baca selengkapnya......

Berawal Tidak Permisi Direktur Grage Mall Dengan Tim Sidak Cek-Cok

CIREBON, SC- Nampaknya kali ini Tim inspeksi mendadak (Sidak) Gabungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Cirebon tidak berhasil melakukan Sidak Peredaran kosmetik yang membahayakan kesehatan bagi pemakainya diduga banyak beredar di Cirebon terutama di mall – mall.
Ketika tim sidak hendak melakukan aksinya dipusat perbelanjaan terbesar di kota cirebon yaitu Grage Mall mengalami kendala, karena terjadi insiden kecil tim sidak dengan Djarot Surojo Direktur Grage Mall.



Tim Sidak Baru sempat menemukan 10 item kosmetik yang dicurigai, tim yang dipimpin Kabid Perdagangan dalam negeri, Sutisna, setelah adanya cekcok akhirnya tim sidak bubar teratur dan meninggalkan Geage Mall.
Cek Cok (Perang Mulut) antara tim sidak dengan Djarot tidak berlangsung lama, ketika Djarot mendatangi tim dan mengatakan kepada tim “ bahwa saya tuan rumah dan sejauh ini tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Kalau ada pemberitahuan mungkin kami bisa membantu dengan menunjukan conter-conternya”.
Meski sudah dijelaskan jika mereka (tim, red) melakukan sidak itu sudah mengantongi surat dari kepala dinas, namun Djarot tetap ngotot karena menurutnya selaku tuan rumah dia perlu tahu, minimal ada permisi-lah.
Setelah perang mulut dan sebelum meninggalkan Grage Mall, Sutisna Kabid Perdagangan Dalam negeri kepada beberapa wartawan “Kami meminta agar kejadian barusan tidak diperpanjang,”.
Namun Kepala Disperindag Kota Cirebon, Rohedi Youdy ketika dikonformasi mengaku kaget atas kejadian itu. Menurutnya apa yang dilakukan institusinya bersama inkes tersebt merupakan program pemerintah. “Dan jika kami sidag tidak harus memberitaukan terlebih dahulu dong,” tegasnya.
Masih menurut Youdy, pihaknya akan menurunkan tim ke lapangan untuk mencari kebenarannnya serta menyelesaikan permasalahannya. Bambang

Baca selengkapnya......

6 Bulan Ditinggal Istri Jadi TKW Dua Bocah Kakak Beradik Dijadikan Pemuas Sex

CIREBON,SC-Alasan kalasik yang diakui Sarjudin, 27, lelaki asal Desa Dukuh Widra Kecamatan Pabedilan Kab.Cirebon bahwa dirinya tidak kuat menahan gairah sex-nya karena lama ditinggal istri jadi TKW di Arab Saudi sehingga mencabuli dua bocah kaka beradik yang gilanya lagi saat berbuat cabul disaksikan oleh anak kandungnya sendiri.
Takut dengan sumpah dan janji dengan istrinya tidak akan jajan diluar dengan perempuan lain dan Pesan sang istri itu jelas terngiang di telinga Sarjudin bahwa setiap kiriman uang setiap bulan digunakan untuk membangun rumah saja.


Modus yang dilakukan Sarjudi
Ketika melihat anak kandungnya tengah bermain dengan dua bocah kaka beradik anak tetatanganya di depan rumah, ketika melihat dua boca tersebut Sarjudi rupanya sedang mengalami hayalan kotor dan rupanya sedang konak sehingga sepontan menyusun rencana bejadnya.
Mula-mula kedua bocah beserta anaknya diajak bermain di dalam rumah untuk menonton film kartun dan burok. Para bocah ini nurut, dan Sarjudin pun perlahan mulai melancarkan aksinya. Korban pertama yakni SP (4 tahun) dengan cara dipangku dan menggerayangi tubuh mungil tersebut. Bahkan pelaku sempat menggulung kertas lalu dimasukan ke bagain sensitif bocah ingusan tersebut. Selepas itu, pelaku kembali memangku WT (2,9 tahun) adik SP tentu saja dengan pola yang sama terhadap Korban sebelumnya. Puas melampiaskan kegilaannya, pelaku lalu menyuruh kedua bocah itu pulang.
Terungkapnya kasus itu ketika salah satu bocah yang meringis kesakitan setiap kali buang air kecil. Setelah didesak orangtuanya, si bocah pun bercerita jika bagian “itu” dipegang dan dicolok oleh pelaku. Marah terhadap perbuatan yang dialami anaknya, orangtua korban lalu melaporkan kejadian itu ke Mapolres Cirebon.
Kapolres Cirebon AKP Drs Arif Ramdhani melalui Kasat Rekrim AKP Ferry Irawan ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Bahkan pihaknya sudah melakukan penyidikan dan menangkap ayah bejat tersebut. “Pelakunya sudah kita tangkap dan masih diperiksa secara intensif,” katanya.
Terhadap perbuatannya, kata kapolres, pelaku diancam undang-undang perlindungan anak dengan ancaman paling rendah 3 tahun dan palinng lama 15 tahun. Bambang.

Baca selengkapnya......